Cari

English

Detail Berita Pustaka

Gardjito Terpilih Menjadi Ketua PD IPI DKI Jakarta Periode 2012-2015


Gardjito terpilih menjadi Ketua PD IPI DKI Jakarta Periode 2012-2015 terpilih secara aklamasi pada musda IPI DKI Jakarta yang di selenggarakan di Aula Perpustakaan Nasional RI Jl Merdeka Selatan no. 11. Pada hari Selasa (17/4).

Musda diawali dengan pembukaan sidang oleh Ketua Umum IPI Pusat Supriyanto. Dalam sambutanya, Supriyanto mengatakan bahwa IPI kedepan haruslah yang lebih modern dan berperan secara aktif pada kemudahan pemustaka dalam memenuhi kebutuhanya. Disamping itu pustakawan merupakan pejabat yang berorientasi pada teknis operasional, sementara pejabat struktural lebih pada managerial.

Ketua PD IPI periode sebelumnya, DKI Yanwar yang diwakili oleh Retno Hermawati (Sekretaris) karena yang bersangkutan sedang dalam kondisi sakit memberikan laporan pertanggungjawaban selama masa kerja periode 2009-2012. Setelah forum menyatakan menerima laporan Ketua PD IPI yang lama periode 2009- 2012, kemudian forum memilih ketua presidium yang bertugas untuk menyiapkan pemilihan ketua PD IPI yang baru, forum menyepakati bahwa yang terpilih menjadi ketua presidium adalah T. Syamsul Bachri dan dibantu oleh Upriyadi dan Sudarto.

Bertindak sebagai ketua Presidium T. Syamsul Bachri, kemudian mejaring calon calon ketua melalui nama-nama yang di usulkan oleh forum. Forum mengusulkan lima nama yang menjadi bakal calon, tetapi setelah di konfirmasi kepada yang bersangkutan, keempat calon tersebut justru mendukung Gardjito, dengan demikian Gardjito menjadi calon tunggal dan langsung di kukuhkan menjadi ketua PD IPI untuk periode 2012-2015.

Dalam sambutannya Gardjito mengatakan bahwa untuk memulai bekerja kami akan mengusung pembenahan perpustakaan DPR MPR RI agar anggota DPR dapat memanfaatkan perpustakaan dengan baik. Tetapi atas usulan forum agar program kerja yang dilaksanakan yang menyentuh kepentingan anggota IPI dengan cara pembenahan terhadap keanggotaan IPI secara menyeluruh terintegrasi dan terdatabase karena pada dasarnya IPI dibentuk untuk kesejahtraan anggota dan memfasilitasi anggotanya. Soal dana masih menurut audien jika organisasi sudah tercantum dalam undang-undang maka pendanaan di alokasikan dari APBN sebagai contoh uang mengalir milyaran rupiah ke kas karang taruna karena organisasi itu tercantum dalam undang-undang apasalahnya jika IPI pun dianggarkan dari APBN atau APBD. semoga

Berita Lainya


Unduh dalam bentuk:
     
Berbagi (share) ke teman/sahabat/rekan/keluarga melalui :
Pemutakhiran Situs