Cari

English

Detail Berita Pustaka

TALKSHOW PERPUSTAKAAN CERDASKAN BANGSA


Salemba, Jakarta—Kepala Perpustakaan Nasional RI Hj. Sri Sularsih dan Vice President Development & Relations ConocoPhillips Indonesia TM Razief Fitri secara bersama-sama meluncurkan mobil perpustakaan keliling “Pustaka Hydron” yang dipersembahkan ConocoPhillips Indonesia untuk masyarakat di Kepulauan Anambas Kepulauan Riau. Acara peluncuran “Pustaka Hydron” merupakan rangkaian acara talkshow Perpustakaan Cerdaskan Bangsa, dimana TM Razief Fitri, Sitok Srengenge (Penyair/Budayawan) dan Anya Dwinov (Selebritis) sebagai nara sumber bersama Kepala Perpusnas dalam talkshow yang diselenggarakan Perpusnas dalam menyambut hari jadinya yang ke-32, Selasa (22/5) di Perpusnas Salemba Jakarta.

Menurut Ketua Penyelenggara Ofy Sofiana, dalam rangka HUT ke-32 Perpusnas, seperti tahun-tahun sebelumnya selalu diselenggarakan talkshow untuk menambah pencerahan kepada kita semua mengenai perkembangan Perpusnas sampai pada tahun ini. Dan hari ini kita semua akan menyaksikan talkshow perpustakaan cerdaskan bangsa sekaligus juga dengan peluncuran mobil perpustakaan keliling. Ofy yang juga Kepala Biro Hukum dan Perencanaan menginformasikan “Pustaka Hydron” yang dipersembahkan ConocoPhilips Indonesia dan YPPI, yang nantinya akan dioperasionalkan di Kepulauan Anambas provinsi Kepulauan Riau. Hadirnya mitra kerja Perpustakaan Nasional, seperti YPPI dan ConocoPhilips Indonesia melalui program CSR-nya, bisa menambah pengembangan perpustakaan dan juga dapat meningkatkan kegemaran membaca yang merupakan program nasional pemerintah.

Sementara Kepala Perpusnas dalam sambutannya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ConocoPhilips Indonesia yang sudah memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita yang berada di kepulauan terluar di Indonesia, sehingga mereka dapat menerima akses informasi melalui bahan bacaan yang tersedia di mobil Pustaka Hydron. Perlu diketahui bahwa keberadaan rekan-rekan swasta yang membantu pengembangan perpustakaan sangat menunjang dalam membantu tugas pokok dan fungsi Perpustakaan Nasional, yang salah satunya adalah pembudayaan kegemaran membaca, lanjut Sri Sularsih. “Oleh karena itu, saya sangat berterima kasih dengan ConocoPhilips yang juga telah mengikuti jejak rekan-rekan dari pihak swasta yang membantu dalam pengembangan perpustakaan di Indonesia,” katanya.

Sri Sularsih juga mengingatkan kepada Bupati Anambas, agar bantuan Mobil Pustaka Hydron dari ConocoPhilips ini yang nantinya dikelola dengan bimbingan dan bantuan YPPI ini dapat berjalan dengan baik dan dapat menambah peningkatan layanan perpustakaan bagi masyarakat kepulauan Anambas. “Walaupun kelembagaan perpustakaannya belum ada, masih dalam tanggung jawab dinas pendidikan kabupaten, dengan adanya mobil pustaka hydron ini saya harap pak Bupati bisa segera membentuk kelembagaan kantor perpustakaan kabupaten Anambas,” ungkapnya.

Kepala Perpusnas mengungkapkan pula tentang keberadaan Perpustakaan Nasional dengan segala keterbatasannya, selama kurun waktu 32 tahun telah berusaha untuk mengatasi berbagai kendala dan tantangan yang tumbuh dan berkembang sebagai konsekuensi tugas fungsi yang diamanahkan. Kritik demi kritik, komentar dan tanggapan dari berbagai pihak, yang datang dari dalam maupun dari luar perpustakaan, harus diterima dengan lapang dada dengan dasar pemikiran yang positif sehingga menjadikan hikmah bagi Perpustakaan Nasional maupun Badan Perpustakaan Provinsi dan Badan/Kantor Perpustakaan Kabupaten/Kota, untuk kita sama-sama sadar dan mawas diri serta berusaha membenahi hal-hal yang menjadi kekurangan tersebut, sebagai upaya inovatif untuk keberhasilan mencapai visi dan misinya.

Sri menambahkan bahwa Perpustakaan Nasional sampai saat ini, tak henti-hentinya terus berupaya menciptakan program dan kegiatan untuk meningkatkan pemberdayaan perpustakaan di masyarakat dan berupaya secara berkesinambungan meningkatkan kegemaran membaca masyarakat. Bantuan stimulasi seperti Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) dan juga Kapal Perpustakaan Keliling yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota sebagai wujud nyata kepedulian Perpusnas dalam mengemban amanah sebagai lembaga yang ikut mencerdaskan bangsa melalui perpustakaan. “Bahkan sekarang ini Perpusnas menjadikan prioritas pembangunan perpustakaan melalui pengembangan perpustakaan digital dan perpustakaan desa,” ujarnya.

Sementara dalam talkshow yang dipandu presenter Ririn Agustarini (dari JakTV), pesinetron yang juga presenter Anya Dwinov mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk kembali menumbuhkan minat baca dengan mengakses dan mengunjungi perpustakaan. “Awalnya saya memang orang yang menomorduakan buku karena lebih sering mengobrol, tetapi kemudian saya sadar dengan membaca justru wawasan kita akan semakin luas, sehingga topik pembicaraan pun akan semakin kaya," kata Anya.

Untuk menumbuhkan minat baca, kata Anya, harus didasari dengan rasa ingin tahu yang kuat. "Kalau sudah dimulai dari diri sendiri, kita kemudian bisa mengajak teman untuk membaca hal-hal yang ringan, seperti ensiklopedia," ucapnya. Menurutnya, dengan memulai dari hal yang kecil seperti itu orang tua juga bisa menumbuhkan minat baca kepada anak-anak mereka, sehingga budaya membaca bisa tetap dilestarikan.

Menurut wanita yang sempat aktif di komunitas Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) itu, mengatakan bahwa anak-anak jangan dipaksa membaca buku yang berat dulu, bisa dimulai dengan membaca majalah, sesuatu yang membuat mereka tertarik. Selain itu, ujar Anya kita juga harus mendorong agar perpustakaan sebagai pusat pengetahuan juga melakukan perubahan dan pembaruan, sehingga minat masyarakat berkunjung ke sana dapat ditingkatkan. "Saya sendiri baru tahu kalau Perpustakaan Nasional di Jakarta ada dua, selain itu selama ini saya bingung kalau ingin mengakses pengetahuan tentang sejarah yang agak lama," tuturnya agak malu.

Anya berharap dengan perubahan yang dilakukan nanti, perpustakaan tidak lagi kaku, sehingga generasi muda yang saat ini lebih tertarik bermain di warung internet atau menyibukkan diri dengan laman jejaring sosial.
Sedangkan Sitok Srengenge yang banyak menulis puisi dan masalah sosial ini, mengatakan perpustakaan, membaca dan menulis adalah saudara yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ketiganya beriringan mengisi relung-relung hati dan pikiran anak bangsa ini dengan informasi dan pengetahuan. Karena belajar dari sejarah, tuturnya, anak bangsa yang menjadi tokoh bangsa Indonesia, hidupnya, perjuangannya, tak lekang oleh waktu tanpa buku ditangannya. “Maka saya berharap, perpustakaan nasional, dan perpustakaan-perpustakaan dimana saja berada di tanah air ini, dapat dihidupi dan bisa menghidupi orang banyak dengan berjuta-juta informasi,” ungkapnya dengan puitis.

Pernyataan itu yang menguatkan pihak ConocoPhillips Indonesia, menurut TM Razief Fitri untuk terus membangun dan membantu sesuai dengan kapasitas yang ada untuk meningkatkan kegemaran membaca masyarakat, sehingga masyarakat Indonesia semakin cerdas, karena betul sekali bahwa perpustakaan mampu cerdaskan bangsa.***


Sumber: agus sutoyo

Foto Terkait

Berita Lainya


Unduh dalam bentuk:
     
Berbagi (share) ke teman/sahabat/rekan/keluarga melalui :
Pemutakhiran Situs