Cari

English

Detail Berita Pustaka

Roadshow Perpusnas 2012: Jadikan Perpustakaan Sahabat Pintar Keluarga Indonesia

05 September 2012, (Rabu)

Palembang, Sumatera Selatan—Cukup menarik komentar seorang budayawan Sumatera Selatan Prof. DR. Chuzaimah Dahlan Diem melihat fenomena perpustakaan di Tanah Air. “Perpustakaan di negeri kita kalah pamor dengan tempat-tempat rekreasi keluarga lainnya. Ini tidak aneh mengingat rendahnya minat baca anak-anak, terutama di kota-kota besar. Sementara di daerah-daerah yang masih minim teknologi, budaya baca juga sulit berkembang karena rendahnya kondisi ekonomi masyarakatnya.” Pernyataan itu terlontar saat didaulat menjadi pembicara Talkhsow bertemakan “Jadikan Perpustakaan Sahabat Pintar Keluarga Indonesia” dalam kegiatan Roadshow Perpusnas 2012 di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, (5/9). Hadir pula sebagai pembicara tersebut Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.

Menurut Sekretaris Utama Perpusnas Dedi Junaedi dalam laporannya, Roadshow tahun 2012 ini dimulai di Sumatera Selatan dari empat provinsi yang akan menjadi ajang pelaksanaan Roadshow Perpustakaan Nasional, selain Sumsel ada Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, yang nantinya roadshow ini akan ditutup dengan acara sosialisasi yang akan dilaksanakan pada malam Gemilang Perpustakaan Nasional, sekaligus pemberian penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka. "Acara ini semuanya merupakan rangkaian dari tindaklanjut Gerakan Nasional Indonesia Membaca, dan selalu dimeriahkan dengan kegiatan yang mendidik dan juga bersifat hiburan, selain itu diselingi dengan kegiatan lomba-lomba untuk anak-anak TK, SD, SMP, dan SMA," lanjutnya.

Sementara secara khusus Chuzaimah menyoroti perkembangan di Sumatera Selatan yang dinilainya sudah terlihat ada progress walau belum terlalu menggembirakan. Salah satunya, yaitu penggunaan IT yang sanggup memompa jumlah pengunjung perpustakaan. Digital library milik BPAD Provinsi termasuk yang bagus. Bahkan, pelayanan di kantor perpustakaan Provinsi menaksir setidaknya 500 pengunjung datang per harinya. Dari jumlah tersebut, separuh diantaranya menggunakan layanan pinjam koleksi. Sedangkan, untuk pendaftaran anggota baru, pihak layanan perpustakaan Provinsi mendata sekitar puluhan anggota baru perpustakaan yang rata-rata berprofesi mahasiswa.

Namun, itu hanya terjadi di kota. Di banyak daerah, khususnya di perpustakaan sekolah masih mengalami seret pengunjung. Survei sederhana yang ia lakukan menyimpulkan bahwa ternyata ketersediaan koleksi yang kurang menjadi alasan, ditambah buku-bukunya yang lusuh. Sehingga tidak ada greget untuk membaca. Di lingkaran birokrasi, perpustakaan masih acap disebut sebagai tempat buangan.

Menanggapi problematika perpustakaan di Sumatera Selatan, Gubernur Alex Noerdin menjanjikan pendirian Gedung Perpustakaan baru yang berlokasi di Jakabaring Sport Centre. Rencananya gedung perpustakaan baru berstandar internasional. “Sayang, jika kecanggihan IT tidak didukung sarana tempat yang memadai,” katanya. Gubernur mengharapkan gedung baru tersebut mampu mendongkrak gairah/minat baca masyarakat khususnya di masa usia sekolah, “membaca buku bukan hanya sekadar tapi kewajiban”.

Di saat yang sama, disaksikan Kepala Perpusnas, jajaran Muspida, Kepala Dinas, dan peserta talkshow Gubernur Alex mencanangkan Gerakan Satu Juta Buku Untuk Sumatera Selatan dan meresmikan Gedung Perpustakaan Anak yang berada satu komplek dengan kantor Badan Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan.

Roadshow Perpusnas merupakan langkah estafet dari Gerakan Nasional Indonesia Membaca yang dicanangkan Wakil Presiden Boediono tahun 2011 lalu. Roadshow sekaligus menjadi bukti eksistensi Perpusnas mendukung program pembangunan nasional dalam upaya meningkatkan pembudayaan kegemaran membaca masyarakat sesuai amanah UU Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007.

Menjadikan perpustakaan sebagai Sahabat Pintar Keluarga Indonesia adalah niatan mulia karena sebagai unit terkecil dari masyarakat, keluarga adalah pilar pembentukan karakter seseorang. Perpustakaan dan keluarga sebenarnya mempunyai keterikatan erat dalam proses menumbuhkan kecerdasan dan intelektualitas masyarakat. Apabila dalam sebuah keluarga memiliki kebiasaan membaca, maka secara tidak langsung seluruh anggota keluarga tersebut gemar membaca. “Sumber daya manusia yang berkualitas haruslah menguasai ilmu, berwawasan luas, memiliki daya saing dan mempunyai jatidiri yang kuat,” imbuh Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih.

Upaya menciptakan SDM yang berkualitas bisa melalui pendidikan formal, non formal atau wahana pendidikan sepanjang hayat seperti perpustakaan. Rumusnya jelas, dibalik kemajuan bangsa pasti ada masyarakat cerdas didalamnya. Pembinaan minat baca pada usia dini merupakan langkah awal sekaligus cara efektif menuju bangsa berbudaya baca. Orang tua perlu menstimulus minat baca pada anak untuk membaca dan memberikan teladan dengan ikut aktif membaca serta meluangkan waktu khusus untuk membaca setiap harinya.

Perpustakaan adalah lembaga yang diperuntukkan untuk seluruh lapisan masyarakat. Maka, sudah saatnya menjadikan perpustakaan sebagai sahabat pintar, sahabat keluarga Indonesia.***




Sumber: Sumber : Hartoyo D

Foto Terkait

Berita Lainya


Unduh dalam bentuk:
     
Berbagi (share) ke teman/sahabat/rekan/keluarga melalui :
Pemutakhiran Situs