Cari

English

Detail Berita Pustaka

Seminar Jamu Sebagai cara Murah Hidup Sehat : dalam rangka sosialisasi koleksi Perpustakaan Nasional RI

03 Oktober 2012, (Rabu)

Jakarta – Seminar jamu sebagai cara murah hidup sehat dalam rangka promosi koleksi Perpustakaan Nasional yang digelar di aula Perpustakaan Nasional RI. Jalan Salemba Raya 28A Jakarta dengan mendaulat Prof Dr. Mangastuti Agil sebagai pembicara dan mengusung tema "Pemanfaatan literature tentang jamu koleksi Perpustakaan Nasional RI, pembicara yang lain adalah Heru D. Wardana, dengan judul “Perawatan kesehatan dan kecantikan secara alami dengan jamu, dan pembicara terakhir adalah Dewita Agus.yang membawakan makalah dengan judul Eksistensi Jamu Indonesia di era globalisasi

Seminar untuk memeriahkan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca, ini digelar berbagai acara penting di Perpustakaan Nasional RI, baik di Jalan Salemba Raya 28A maupun di Perpustakaan Nasional Jalan Merdeka Selatan no. 11. Acara acara tersebut adalah; pameran perpustakaan dan multi produk, lomba menyanyi tingkat SLTA, pemutaran film nasional, lomba resensi buku, lomba penulisan ilmiah, lomba tari untuk SLTP, lomba membaca keras untuk siswa SD, lomba story telling untuk anak TK, dan yang tak kalah pentingnya adalah seminar, ada tiga kegiatan seminar yaitu seminar “vandalisme di perpustakaan: pencegahan dan penangannya” seminar hypnotherapy, dan seminar jamu sebagai cara murah hidup sehat.

Dalam seminar tesebut terungkap bahwa apa yang dilakukan oleh nenek moyang kita pada jaman dahulu dalam perawatan kesehatan dan pengobatan, dengan menggunakan bahan bahan herbal sudah tepat, dari uji klinis bahan herbal yang digunakan untuk jamu atau obat ternyata mengandung bahan bahan kimia yang sesuai untuk mengobati bagian bagian tertentu yang sakit, peneliti justru terheran heran karena nenek moyang kita tidak mengetahui kandungan herbal, sebagai contoh asam jawa mengandung minyak atsiri yang nota bene sebagai bahan anti implamtasi atau peradangan dan pereda rasa sakit, diminum wanita yang sedang haid. Demikian menurut Pangastuti yang berkecimpung di penelitian obat herbal.

Seminar yang di ikuti lebih dari 150 orang dari berbagai kalangan, antara lain pelajar, mahasiswa, pustakawan, dosen dan karyawan ini, di suguhi jamu tradisional dari rumah jamu yang di pimpin oleh Heru D. Wardana yang piawai meramu jamu dari rasa pahit menjadi rasa buah tanpa mengurangi khasiat jamu itu sendiri. Masih menurut Heru Indonesia merupakan Negara yang memiliki tanaman obat terbesar kedua setelah Brasil, namun masih sedikit yang dapat kita manfaatkan, di rumah jamu kami pun baru sekitar 400an tanaman yang dapat diolah menjadi jamu atau obat.

Seminar setengah hari tentang jamu dibuka secara resmi oleh Dedy Junaedi Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI, dan di moderatori oleh Nindya Nugraha.

Foto Terkait

Berita Lainya


Unduh dalam bentuk:
     
Berbagi (share) ke teman/sahabat/rekan/keluarga melalui :
Pemutakhiran Situs