Cari

English

Detail Berita Pustaka

Rakor Pengembangan Perpustakaan Umum Perpustakaan Desa/Kelurahan: INDONESIA BELUM PUNYA VISI UNTUK MENCERDASKAN BANGSA MELALUI PERPUSTAKAAN

04 September 2012, (Selasa)

Denpasar, Bali—Anggota Komisi X DPR-RI, Dedi Suwandi Gumelar atau lebih dikenal dengan nama Miing Bagito menyatakan keprihatinannya terhadap politik anggaran pemerintah untuk perpustakaan di Indonesia. Hal ini disampaikan ketika ia menjadi pembicara dalam Rakor Pengembangan Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan di Hotel Aston Bali , Senin-Rabu, (3-5/9) yang diikuti seluruh Kepala Badan/Kantor Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan juga para kepala desa terpilih yang memang sudah mengelola perpustakaan desa dengan baik. Dedi Gumelar mengaku pernah menanyakan kepada Menkokesra, Menteri Keuangan dan Bappenas apa alasan pemerintah hanya menetapkan pagu anggaran perpustakaan hanya sekitar 400 miliar rupiah. “Tidak masuk akal, karena Indonesia bukan hanya Bogor dan Jakarta saja, orang Papua juga punya hak membaca,” ujarnya.

Komisi X mempunyai hak menentukan anggaran tetapi dengan catatan ada usulan dari kementrian/ lembaga pemerintah non kementrian yang bersangkutan. Untuk itu anggota DPR dari fraksi PDIP yang cukup vokal ini, mengharapkan agar Rakor ini dapat menghasilkan pemetaan terhadap berbagai permasalahan dan isu-isu strategis yang dapat diangkat dalam rangka memajukan perpustakaan di desa untuk selanjutnya dapat disampaikan oleh perpustakaan nasional dalam rapat dengar pendapat dengan DPR-RI.

Rakor dengan tema “Menuju Desa Cerdas: Optimalisasi Pemberdayaan Perpustakaan Desa”, dibuka secara resmi oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI Hj. Sri Sularsih. Dalam sambutannya Sri Sularsih menyampaikan bahwa salah satu ukuran kemajuan suatu bangsa adalah bagaimana tingkat kecerdasan masyarakat sampai di pelosok desa. Untuk itu perpustakaan berperan penting dalam memenuhi indikator kemajuan tersebut. “Maka kita semua sepakat bahwa perpustakaan harus dibangun ke seluruh pelosok desa di Indonesia,” tambah Sri.

Perpustakaan Nasional mempunyai tujuan menyediakan layanan perpustakaan di seluruh pelosok desa di Indonesia. Hal ini tentunya bukanlah perkara gampang. Tantangan geografis dan keberagaman budaya di Indonesia merupakan hal yang perlu dicarikan solusinya bersama. Untuk itu rakor ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang berikutnya dapat dijadikan dasar untuk merumuskan kebijakan yang dapat memajukan perpustakaan desa. Menurut Plt. Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Dedi Junaedi, jumlah desa yang ada saat ini di Indonesia adalah sekitar 76.000 desa. Dari jumlah tersebut baru 21.281 desa yang sudah memiliki perpustakaan, itupun baru 40% yang bisa dikatakan berkualitas baik. Untuk itu Perpustakaan Nasional menargetkan antara tahun 2010-2014 paling tidak 50% dari keseluruhan desa yang ada di Indonesia sudah memiliki perpustakaan.

Selain Dedi Gumelar, Rakor ini juga menghadirkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebagai pembicara. Dalam paparannya walikota ini banyak memberikan inspirasi bagaimana dukungan pemerintah kota terhadap kemajuan perpustakaan desa di era otonomi saat ini. Rakor ditutup dengan sidang kelompok kerja yang menghasilkan rekomendasi untuk peningkatan pemberdayaan perpustakaan desa.***



Sumber: sumber: Radhitya

Foto Terkait

Berita Lainya


Unduh dalam bentuk:
     
Berbagi (share) ke teman/sahabat/rekan/keluarga melalui :
Pemutakhiran Situs