Istilah Perpustakaan

Kamus Istilah Perpustakaan menyajikan daftar istilah perpustakaan beserta definisinya merujuk ke berbagai sumber.

Arti :

Analisis subjek untuk menetapkan ciri-ciri yang digunakan untuk membagi subjek itu dihubungkan dengan kelima kategori fundamental (dalam klasifikasi)

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

(1) Prosedur atau proses sistematik yang memungkinkan pengombinasian pertimbangan dan pengalaman para pakar dari berbagai bidang sehingga diperoleh hasil yang sempurna mengenai kegunaan tiap disiplin; (2) pengamatan mengenai suatu kegiatan, metode, prosedur, atau teknik untuk menentukan manfaat kegiatan tersebut dan cara terbaik untuk memperolehnya

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

pembahasan beberapa subjek

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

Angka, apabila ditambahkan pada nomor kelas menghasilkan nomor kelas baru yang penempatannya sebelum nomor yang mendapat tambahan itu; misalnya, a dalam nomor kelas Xa adalah angka anterior (dalam klasifikasi)

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

Angka penomoran 1, 2, 3, dan seterusnya yang dibedakan dari angka Romawi I, II, III, dan seterusnya

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

Satuan nilai dari setiap butir kegiatan dan/atau akumulasi butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pustakawan dalam rangka pembinaan karir yang bersangkutan.

Sumber :

Glosarium Istilah Perpustakaan / oleh Suharyanto (2014)

Arti :

Huruf besar yang digunakan dalam buku untuk penomoran tajuk bab, bagian, atau tambahan; pada halaman judul angka Romawi digunakan untuk tahun terbit dan sebagainya; dicetak dengan huruf miring sebagai nomor halaman untuk beberapa halaman awal buku; angka Romawi yang paling banyak digunakan adalah : I (1), V (5), X (10), L (50), C (100), D (500), dan M (1000)

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

1. Terbitan (publikasi) tanpa nama; 2. Seseorang atau penulis yang tidak dikenal (namanya); 3. Nama samaran; disebut juga `tanpa nama`

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

Catatan (yang ditambahkan) pada entri katalog, daftar bacaan, atau bibliografi untuk menjelaskan, mengevaluasi, atau menerangkan subjek dan isi buku: kadang-kadang juga menjelaskan hal-hal khusus yang dimaksud pengarang; pada mulanya digunakan untuk semua catatan pada kolasi, tetapi dewasa ini catatan bibliografi dianggap sebagai bagian kelima entri utama, sedangkan anotasi dianggap sebagai bagian keenam atau bagian terakhirnya

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

Hubungan atau gabungan antara dua sistem atau antara dua bagian dari sistem yang sama

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

Kumpulan karya pilihan, biasanya puisi, atau karya mengenai suatu subjek dari seorang pengarang atau sejumlah pengarang yang mempunyai ciri sama, seperti karya-karya kesusastraan lihat juga bunga rampai; karya kumpulan

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

Kata-kata yang berlawanan artinya, seperti basah dengan kering, baik dengan jahat

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

Kopi manuskrip asli

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

Istilah yang tidak dipakai lagi untuk catatan tepi

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

Gubahan karya musik, seluruhnya atau bagian pelengkapnya, menjadi pergelaran yang berbeda dengan aslinya; misalnya, nyanyian yang aslinya dibuat untuk piano atau pengantar orkes digubah untuk organ; sering juga merupakan suatu penyederhanaan apabila struktur dan sarana pergelarannya tetap sama

Sumber :

Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)

Arti :

Berasal dari kata Yunani archelion artinya kantor (office) yang didefinisikan oleh Schellenberg sebagai berkas pranata umum maupun swasta yang dinilai perlu disimpan secara permanen untuk tujuan acuan dan penelitian dan telah disimpan atau telah dipilah untuk disimpan pada sebuah lembaga kearsipan

Sumber :

Pengantar Ilmu Perpustakaan / oleh Sulistyo Basuki (1991)

Arti :

Arsip yang masih dipergunakan secara langsung dalam proses pelaksanaan tugas

Sumber :

Thesaurus Kehumasan ABCDE+ / Puspen Sekjen Depdagri (2005)

Arti :

Lembaga kearsipan berbentuk satuan kerja perangkat daerah yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kearsipan pemerintahan daerah kabupaten/kota yang berkedudukan di ibukota kabupaten/kota.

Sumber :

Glosarium Istilah Perpustakaan / oleh Suharyanto (2014)

Arti :

Lembaga kearsipan berbentuk satuan kerja perangkat daerah yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kearsipan pemerintahan daerah provinsi yang berkedudukan di ibukota provinsi.

Sumber :

Glosarium Istilah Perpustakaan / oleh Suharyanto (2014)

Arti :

Arsip yang masih dipergunakan dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan tugas

Sumber :

Thesaurus Kehumasan ABCDE+ / Puspen Sekjen Depdagri (2005)