Hari Penting

Direktori Hari Penting menyajikan daftar tanggal-tanggal bersejarah yang dianggap penting untuk diingat dan diperingati setiap bulan.

International Mountain Day merupakan kesempatan untuk membangun kepedulian mengenai pentingnya gunung bagi kehidupan melalui kerjasama yang membawa dampak positif untuk mengubah pengunungan dan daratan tinggi dunia.
Majelis Umum PBB telah memutuskan 11 Desember, sejak tahun 2003 sebagai Hari Pegunungan Internasional. Keputusan ini merupakan kesuksesan dari pelaksanaan Tahun Pengunungan Internasional PBB pada tahun 2002 yang meningkatkan perhatian dunia global akan pentingnya gunung.
 
Sumber : Hari-hari Besar Internasional/Zulkifli

Pada tanggal 4 Desember 2000, Majelis Umum PBB mengungkapkan tentang bertambahnya luas dan semakin banyaknya imigran di dunia, karenanya mereka memproklamirkan 18 Desember sebagai Hari Migran Internasional melalui Resolusi 55/93.

Di tanggal tersebut pada tahun 1990, Majelis Umum mengadopsi International Convention on the Protection of the Rights of All Migrant Workers and Members of Their Families melalui Resolusi  45/158.

Sumber : Hari-hari Besar Internasional/Zulkifli

Peringatan ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai program-program untuk pencegahan AIDS pada tahun 1988. Hari AIDS diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

Sumber : Hari-hari Besar Internasional/Zulkifli

 

Melalui resolusi 58/220 pada tanggal 23 Desember 2003, Majelis Umum PBB memutuskan untuk mendeklarasikan tanggal 19 Desember sebagai United Nations Day for South-South Cooperation. Tanggal ini merupakan tanggal dimana PBB melatarbelakangi lahirnya Buenos Aires Plan of Action for Promoting and Implementing Technical Cooperation among Developing Countries.
 
Sumber : Hari-hari Besar Internasional/Zulkifli

Penetapan tanggal 3 Desember sebagai Hari Bakti PU, karena tepat pada tanggal 3 Desember 1945 di Kota Bandung telah terjadi peristiwa heroik. Ketika itu 7 karyawan PU gugur dalam mempertahankan Gedung Sate (dulu bernama Gedung V & W) yang saat itu menjadi kantor Departemen PU yang akan diduduki pemerintah Jepang.

International Human Solidarity Day merupakan hari yang ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2005 sebagai awal dari perang melawan kemiskinan. Hari Solidaritas Kemanusiaan Internasional merupakan hari untuk merayakan kebersamaan dalam perbedaan, hari untuk mengingatkan pemerintah untuk peduli bagi perjanjian internasional, hari untuk meningkatkan kepedulian publik akan pentingnya solidaritas, hari untuk mencari jalan bagi promosi solidaritas untuk memuluskan Millenium Development Goals termasuk tentang kemiskinan, serta hari untuk membuat inisiasi baru bagi pemberantasan kemiskinan.
Digagasnya 20 Desember sebagai hari Solidaritas Kemanusiaan Internasional karena PBB percaya bahwa membangun semangat solidaritas dan semangat untuk berbagai merupakan jalan untuk melawan kemiskinan.
 
Sumber : Hari-hari Besar Internasional/Zulkifli

Hari Internasional Penyandang Cacat (3 Desember) bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang cacat. Pada hari ini, kita tidak hanya merayakan keberadaan para penyandang cacat di Indonesia, namun kita juga mencoba untuk menciptakan kesadaran akan manfaat dari menerima dan melibatkan para penyandang cacat dalam aspek kehidupan politik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Sumber: http://www.topblogarea.com

Setelah kekuatan Angkatan Laut telah memenuhi semua unsur kekuatan, seperti kapal atas air, kapal bawah air, penerbangan, pasukan pendarat dan pangkalan. Pada 5 Desember 1954 diresmikan berdirinya Komando Armada di Dermaga Ujung Surabaya oleh Kasal Laksamana TNI R.E. Martadinata. Berdasarkan pertimbangan pimpinan TNI AL, Hari Armada dipertegas dengan Keputusan Kasal No.Skep/4032/1987 tanggal 17 November 1987 dan Surat Keputusan Kasal No.Skep/1671/VII/1994 tanggal 1 Juli 1994 menetapkan bahwa hari diresmikan Komando Armada tanggal 5 Desember dijadikan Hari Armada RI, yang merupakan penegasan kembali keberadaan Armada RI yang tidak lain hakekatnya adalah Hari TNI Angkatan Laut. Sumber : http://www.sejarahtni.mil.id/index.php?cid=2008

Hari Hak Asasi Manusia dirayakan tiap tahun oleh banyak negara di seluruh dunia setiap tanggal 10 Desember. Ini dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme. Tanggal ini dipilih untuk menghormati Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, sebuah pernyataan global tentang hak asasi manusia, pada 10 Desember 1948. Peringatan dimulai sejak 1950 ketika Majelis Umum mengundang semua negara dan organisasi yang peduli untuk merayakan. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Hak_Asasi_Manusia

Pemindahan penduduk dari Pulau Jawa ke luar Pulau Jawa dimulai tahun 1905 dengan dipindahkannya sebanyak 155 KK petani dari daerah Kedu menuju Gedong Tataan Karesidenan Lampung. Kegiatan ini dikenal dengan sebutan Kolonisasi yang berlangsung selama 37 tahun, yaitu sampai dengan berakhirnya Pemerintahan Kolonial pada tahun 1942. Tujuan dilakukannya program kolonisasi selain dalam usaha untuk mengatasi kepadatan penduduk juga dimaksudkan oleh pemerintah untuk kebutuhan mencari tenaga kerja murah guna dipekerjakan diperkebunan-perkebunan Belanda di luar Jawa. Menjelang akhir tahun 1950 tepatnya pada tanggal 12 Desember, dimulailah pemindahan dan penempatan transmigrasi untuk yang pertamakalinya berjumlah 23 KK meliputi 77 jiwa dari Kecamatan Bagelen, Karesidenan Kedu ke Sukadana Lampung sebanyak 2 KK dan 21 KK ke Lubuk Linggau (Tugu Mulyo). Bertitik tolak dari momentum yang bersejarah inilah, maka tanggal 12 Desember 1950 ditetapkan dengan Keputusan Menteri Transmigrasi No. KEP. 264/MEN/1984 tanggal 23 Nopember 1984 sebagai Hari Bhakti Transmigrasi. Sumber: http://www.nakertrans.go.id

Lahirnya Hari Nusantara berawal dari Deklarasi Djoeanda yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957. Secara geo-politik dan geo-ekonomi deklarasi ini memiliki arti yang sangat penting dan mendasar bagi kehidupan serta kemajuan bangsa Indonesia. Secara resmi Hari Nusantara mulai diperingati sejak 13 Desember 2000, yang selanjutnya dikukuhkan sebagai salah satu hari nasional melalui Keppres No.126 Tahun 2001.