Bibliografi : Langkah-Langkah Penelusuran Dan Penyusunan

Pendahuluan

Pada era globalisasi informasi ini, dunia telah dipacu dengan penemuan-penemuan dan atau pendapat-pendapat mutakhiroleh para teknorat atau ilmuwan, sebagai hasil pemikirannya. Ide-ide atau gagasan tersebut dituangkan dalam tulisan atau terbitan. Hampir setiap hari di dunia ini terbitan beribu-ribu hasil karya yang diterbitkan dalam bentuk artikel atau buku.Indonesia dapat digolongkan negara yang terbitannya masih rendah.

Dengan hasil terbitan yang masih rendah itu lumayan cukup mudah dalam pengawasannya, apabila dibandingkan dengan negara-negara yang sudah maju. Apalagi dengan keberadaan : IKAPI, perwakilan ISBN dan ISSN yang berarti akan mempermudah dalam pengawasannya.

Namun bukan berarti hal tersebut dapat dipandang sebagai suatu pekerjaan yang ringan. Tugas yang diemban oleh pustakawan merupakan tanggung jawab yangberat, sehubungan dengan hasil terbitan yang ada diIndonesia. Karena harus mengumpulkan, mendaftar, mengklasifikasi untuk dituangkan dalam bibliografi. Oleh karena itu perlu adanya pedoman teknis tertentu untuk dapat menyusun bibliografi.

Pengertian       

Bibliografi berasal dari bahasa Yunani “bilio” (buku) dan “grafi” (menulis). Jadi bibliografi dapatlah  diartikan suatu daftar buku-buku atau artikel majalah biasanya untuk subjek tertentu. Bibliografi nasional mendaftar semua buku-buku yang diterbitkan di wilayah geografi Negara tertentu dan ditulis dalam bahasa tertentu.

Maksud dan Tujuan

Secara umum maksud pendaftaran hasil karya dalam terbitan-terbitan itu agar dapat dikenali, diidentifikasi, diseleksi dan diketahui tempat terbitnya, bila dikehendaki.

Dengan demikian setelah terbitan itu dapat didaftar, maka dapat dimanfaatkan untuk :

  • mengetahui terbitan mengenai subyek apa, dimana dan kapan diterbitkan;
  • sebagai sarana pengawasan, agar jangan terjadi adanya duplikasi dalam suatu terbitan;
  • sebagai bahan atau sumber dalam penelitian lebih lanjut untuk diolah sebagai bahan pustaka;
  • sebagai standar bagi sumber daya manusia

Jenis-jenis Bibliografi

Dengan semakin banyaknya hasil karya dari berbagai subyek terbitan, maka dampaknya adalah banyak bibliografi yang diterbitkan. Namun secara umum bibliografi itu dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu bibliografi umum dan bibliografi khusus.

  • bibliografi umum (universal), yaitu mendaftar semua terbitan yang tidak terbatas pada wilayah, subyek atau bahasa.
  • bibliografi regional, yaitu mendaftar semua terbitan di suatu megara tertentu.

Contoh : Bibliografi Asia Tenggara.

  • bibliografi nasional, yaitu mendaftar semua terbitan di suatu negara tertentu.

Contoh : Bibliografi NasionalIndonesia

  • bibliografi khusus subyek, yaitu mendaftar untuk terbitan subyek tertentu.

Contoh : Bibliografi Fauna

  • bibliografi khusus buku-buku yang didaftar pada periode tertentu.

Contoh : Bibliografi Kolonial Belanda

  • bibliografi khusus karya seseorang, Contoh : Bibliografi Sukarno
  • bibliografi daerah, yaitu mendaftar terbitan di suatu daerah sebagai bagian dari negara. Contoh : Biliografi Daerah Maluku

Penyusunan Bibliografi 

Penyusunan bibliografi jangan hanya terfokus pada jenis-jenis bibliografi seperti tersebut diatas saja. Pustakawan harus dapat memproyeksikan perkembangan informasi dengan perencanaan penyusunan bibliografi yang akan dilaksanakan.

Contoh : bibliografi khusus fauna bisa saja batasan wilayahnya se-Asia Tenggara. Karena Asia Tenggara banyak kesamaan jenis faunanya.

Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan di dalam penyusunan bibliografi :

  • perlu adanya pembatasan jenis bibliografi, selain itu bidangnya harus dibatasi pula. Contoh : Bibliografi ParawisataIndonesia
  • harus didasarkan pada kebutuhan yang diperlukan

Bibliografi disusun untuk tujuan tertentu, jadi pemanfaatannya harus jelas;

  • bentuk terbitan: retrospektif; kumulatif; current;
  • sumbernya terseleksi atau komprehensif;
  • perlu penekaan adanya jenis bahan yang dikumpulkan;
  • bentuk entri harus mudah dimengerti oleh pemakai. Ingatlah, bahwa tidak semua pemakai dapat menggunakan sarana yang diberikan oleh perpustakaan. Deskrips, bibliografi harus jelas. Umumnya menggunakan pedoman penyusunan DDC; UDC; AACR2.

Strategi Penelusuran 

Supaya karya-karya atau terbitan-terbitan yang tersebar tersebut dapat diketemukan kembali, maka perlu adanya adanya strategi dalam penelusuran. Strategi penelusuran adalah suatu cara yang dipergunakan untuk dapat mengumpulkan bahan-bahan atau sumber-sumber data yang sedang dicari dengan cepat dan tepat serta mudah. Terlepas dari masalah strategi penelusuran, maka perlu adanya ketajaman analisa pemikiran dari penelusur, dengan pola berfikir kreatif setiap langkah yang dilakukan tentu tidak akan sia-sia hasilnya.        

Sebagaimana dalam penyusunan, maka penelusuran bibliografi harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  • topiknya harus dibatasi dengan jelas;
  • pembatasan penelusuran, apakah komprehensif atau terpilh;
  • semua daftar literatur harus ditelusur, sumber-sumber primer atau sekunder, termasuk artikel dan laporan;
  • perlunya memperhatikan adanya pembabakan, antara sumber dengan tujuan penelusuran;
  • perlu penegasan bahasa asing harus ditelusur atau tidak.

Akhir pekerjaan dari penelusuran adalah mengumpulkan hasil penelusuran yang dicatat pada lembaran-lembaran untuk diadakan verifikasi. Agar jangan terjadi duplikasi, maka harus diberikan kode dengan istilah tertentu.

Penyajiannya harus disusun secara sistimatis, dengan mennyebutkan sumber-sumbernya.

Penutup

Langkah-langkah dalam penyusunan maupun penelusuran bibilografi ini dapat dimanfaatkan bagi pustakawan untuk menambah wawasan. Karena langkah-langkah ini hanya global untuk membekali mereka yang masih kurang dalam memahami bibliografi. Sehingga dengan pedoman teknis ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan dapat membantu dalam melaksanakan pekerjaan.