Dampak Antara Ilmu Epistomologi Dengan Fungsional  Pustakawan Terhadap Pelaksanaan Tugas Di Perpustakaan (Sebuah Opini tentang Cabang llmu Filsafat)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

 

Keberadaan manusia dalam organisasi memiliki posisi yang sangat vital. Keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas orang yang bekerja di dalamnya. Perubahan lingkungan yang begitu cepat menuntut kemampuan mereka dalam menangkap fenomena perubahan tersebut, menganalisa dampaknya terhadap organisasi dan menyiapkan langkah-langkah guna menghadapi kondisi tersebut. Menyimak kenyataan di atas maka peran manajemen sumber daya manusia dalam organisasi tidak hanya sekedar administratif tetapi justru lebih mengarah pada bagaimana cara mengembangkan potensi sumber daya manusia agar menjadi lebih kreatif dan inovatif. Seiring dengan persaingan yang semakin tajam akibat adanya perubahan teknologi yang semakin .cepat, dan lingkungan yang begitu drastis pada setiap aspek kehidupan manusia maka setiap organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang mempunyai kompentensi agar dapat memberikan pelayanan yang prima dan bernilai.

Dengan kata lain organisasi tidak hanya mampu memberikan pelayanan yang memuaskan {customer satisfaction) tetapi juga berorientasi pada nilai (customer value). Sehingga organisasi tidak semata-mata mengejar pencapaian produktifitas kerja yang tinggi akan tetapi lebih pada kinerja dalam proses pencapaiannya. Kinerja setiap individu merupakan kunci pencapaian produktivitas. Karena kinerja membawa hasil akhir yang didasarkan pada tingkat mutu dan standar yang telah ditetapkan.

MEDIA PUSTAKAWAN

Konsekuensinya, organisasi memerlukan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan kemampuan yang unik sesuai dengan visi dan misi organisasi. Pengembangan SDM berbasis kompetensi dilakukan agar dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan dan sasaran organisasi dengan standar kinerja yang telah ditetapkan. Kompentensi menyangkut kewenangan setiap individu untuk melakukan tugas atau mengambil keputusan sesuai dengan perannya dalam organisasi yang relevan dengan keahlian, pengetahuan dan kemampuan yang 

dimiliki. Kompetensi yang dimiliki karyawan secara individual harus mampu mendukung pelaksanaan strategi organisasi dan mampu mendukung setiap perubahan yang dilakukan manajemen. Dengan kata lain kompentensi yang dimiliki individu dapat mendukung sistem kerja berdasarkan tim.

Tenaga di perpustakaan terdiri atas pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan. Pustakawan merupakan tulang punggung dalam pelaksanaan operasional perpustakaan karena pustakawan yang menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat pengguna (pemustaka). Dengan demikian seorang pustakawan harus memiliki kompetensi yang cukup, terutama pada bagian layanan. Kemampuan seorang pustakawan dapat dilihat ketika menjawab pertanyaan pengunjung dan akan diketahui pula etika mereka, serta gaya menjawabnya.

Seorang pustakawan diperlukan ilmu yang berkaitan dengan epistomolgi, ilmu yang membahas tentang pengetahuan dan cara memperolehnya. Dalam ilmu perpustakaan ilmu epistimologi hampir sama dengan ilmu pemasyarakatan (promosi) dan etika layanan. Sehingga jika terjadi persaingan yang makin ketat maka pustakawan harus mencari kelemahannya.

Dengan demikian, maka antara pustakawan dengan ilmu epistimologi masih ada hubungan, karena adanya ilmu yang mempromosikan atau pemasyarakatan terhadap kepentingan pemustaka/pengguna dan menyangkut kegiatan perpustakaan dan menjawab pertanyaan pengguna perpustakaan.

 

B. Permasalahan

Bagaimana dampak antara ilmu epistomologi dengan fungsional pustakawan dalam pelaksanaan tugas di perpustakaan?

 

C. Tujuan

Tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut:

1)            Untuk berlatih menulis Karya ilmiah;

2)            Untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Ilmu Filsafat;

3)            Sebagai sumbangan pemikiran dalam menerapkan hubungan para pustakawan.

 

D. Metode Pembahasan

Dalam membahas permasalahan penulis menggunakan buku atau literatur dan kutipan yang menunjang permasalahannya sehingga semua permasalahan dapat terpecahkan.

 

PEMBAHASAN MASALAH

A. Ilmu Epistimologi Cenderung Berdampak pada Pustakawan terhadap Pelaksanaan Tugas di Perpustakaan

Berbicara masalah Perpustakaan tentunya sangatlah komplek khususnya yang terjadi di kota-kota kabupten/kota di Jawa Timur. Ada 38 Kabupaten/Kota Perpustakan Umum, dan kurang lebih ada 8.000 desa/kelurahan yang ada di Jawa Timur, tetapi baru di bina 1.109 perpustakan desa(1998), dan baru berdiri 4.260 TBM (Taman Bacaan Masyarakat. Sedangkan Pustakawan yang ada di Perpustakaan Umum Kabupaten /Kota di Jawa Timur hanya ada 132 pustakawan (1998) dengan pengangkatan impasing dan sistem penyetaraan artinya pengangkatan berdasarkan pendidikan nonformal yaitu diklat perpustakaan Dalam kehidupan orang kota yang berpenduduk padat dan heterogen tentunya individu satu dengan lainnya saling berpengaruh. Pola hidup yang demikian tinggi tidak mustahil akan menimbulkan dampak yang sangat serius bagi kehidupan di lingkungan masyarakat. Dengan timbulnya pengaruh negatip yang terjadi di lingkungan kota dengan sendirinya akan berpengaruh pula terhadap lingkungan keluarga, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam lingkungan kerja diperlukan kedamain dan kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi, dan penerapan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu filsafat dan khususnya epistimologi yang dapat mampu meredam terhadap pustakawan, karena ilmu ini berdampak terhadap pustakawan dan tenaga kerja lainnya. Dampak ilmu epistimologi jika para pustakawan tidak di benahi ilmu dan belajar maka akan sulit mewujudkan pelayanan yang baik di perpustakaan, sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM), misalnya Jenis pelayanan, persyaratan, prosedur, waktu, biaya, dasar hukum, dan pelaksana.

Apa yang Mempengaruhi?

Ada beberapa hal yang berpengaruh terhadap pustakawan di antaranya :

Vol. 17 No. 3 dan 4 2010

1) Adanya problem solving dalam kegiatan perpustakaan, misalnya dalam pengadaan koleksi harus sesuai dengan kebutuhan pengunjung tapi tidak menyimpang dari tujuan perpustakaan. 

2)            Adanya tuntutan masyarakat yang ingin di layani dengan baik.

3)            Adanya pustakawan yang kurang responsi terhadap pengguna.

4)            Adanya pustakawan yang tidak tahu konsep. Konsep yang baik dari masyarakat.

5)            Masyarakat sekarang cenderung dan menginginkan pelayanan yang cepat dan akurat, jika sudah masuk perpustakaan harus dapat yang dicari dan akurat penempatannya

B. Cara Penanggulangan Dampak Ilmu Epistemologi Terhadap Pustakawan

Berbagai cara dan macam yang dilaksanakan oleh berbagai pihak, baik pemerintah dan masyarakat.

1.            Pihak Manajemen

a)            Memberikan pemantapaan terhadap pustakawan dalam pelayanan terhadap pemustaka/pelanggan.

b)            Memberikan evaluasi secara periodik melalui Indek Kepuasan Masyarakat (IKM)

c)            Surat komplain masyarakat yang masuk pada perpustakaan.

d)            Memberikan penyuluhan tentang metode problem solving,

e)            Menyelenggarakan pertemuan secara rutin dengan saling menyajikan tentang pelayanan yang baik;

f)             Menyelenggarakan palatihan tentang penulisan karya ilmiah

g)            Menyelenggarakan         pelantikan pengkajian bagi pustakawan

2.            Pihak Pustakawan

Pada prinsipnya pustakawan adalah jabatan mandiri artinya harus bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya, tidak menunggu perintah. Oleh karena itu, pihak pustakawan harus belajar apa yang benar – benar sudah diketahui dan bagaimana cara kita mengetahuinya.

Kegiatan yang harus di lakukan antara lain :

a)            Melakukan survei/kajian akan kebutuhan pemustaka/pengunjung apa yang di butuhkan.

b)            Menjalin hubungan dengan pengunjung perpustakaan dengan cara membentuk forum baca;

c)            Belajar ilmu filsafat khususnya tentang problem solving.

d) Menampung usulan dari pengunjung perpustakaan

PENUTUP

A. Kesimpulan:

Dengan pembahasan di atas maka penulis menyimpulkan hal – hal sebagai berikut:

1. Sesuai dengan judul maka makalah ini hanya membicaraka ilmu epistimologi cenderung berdampak pada pustakawan terhadap pelaksanaan kerja di perpustakaan. Kecenderungan dampak negatif terhadap lingkungan kerja tersebut di sebabkan oleh beberapa hal yang sangat berpanguruh yaitu pengaruh-pengaruh pustakawan yang timbul karena tidak memahami kekurangannya, yaitu tidak mau mengidentifikasi permasalahan dan tidak mau memecahkan masalah.

2) Usaha yang dilaksanakan untuk menanggulangi dampak tersebut antara lain adalah usaha manajemen dapat menciptakan, merangsang dan membina agar pustakawan mau belajar. Demikian juga pesan pustakawan dapat meresapi semua pihak dalam memanfaatkan perpustakaan.

B. Saran

Dengan adanya perkembangan dan ilmu pengetahuan yang semakin pesat maka diharapkan:

1)            Pustakawan belajar secara terus menerus sesuai dengan aturan yang ada

2)            Pustakawan hendaknya merespon tuntutan masyarakat.

 

Daftar Pustaka

 

ADIB, Mohammad. (2009) Filsafat ilmu: Ontologi, epistimologi, aksiologi, dan logika ilmu pengetahuan. Surabaya : Pustaka intelektual

Sulistya-Basuki. (1991). Pengantar. ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia.

Badan Perpustakaan Provinsi Jawa Timur {2002).Buku Pedoman Perpustakaan Desa di Jawa Timur. Badan Perpustakaan Provinsi Jawa Timur.

Badan Perpustakaan Provinsi Jawa Timur (2001). Direktori Pustakawan di Jawa Timur. Badan Perpustakaan Provinsi Jawa Timur.