Dua Pelatihan Dalam Upaya Meningkatkan Profesionalsime Pustakawan

Perpustakaan NasionalRI (PerpusnasRI) dalam hal ini Direktorat Pengembangan Tenaga dan Kerjasama Perpustakaan (Ditbangga) melalui dana rutin maupun proyek melaksanakan berbagai diklat dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia khususnya Pustakawan.

Pada tanggal 5 Juni 1995 yang lalu Kepala Perpustakaan Nasional RIyang diwakili oleh Sekretaris Perpustakaan Nasional RI Bapak Soeprapto, SH telah membuka dengan resmi tiga pelatihan yaitu : Diklat Tenaga Teknis Perpustakaan/Asisten Pustakawan, Diklat Tenaga Pelatihan Perpustakaan ( Training of Traines = TOT), Pendidikan dan pelatihan Manajemen Keuangan yang masing-masing dilaksanakan selama 4, 3, dan 1 bulan.

–     Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Perpustakaan/Asisten Pustakawan.

Dalam melaksanakan pembinaan tenaga semua jenis perpustakaan Direktorat Pengembangan Tenaga dan Kerjasama Perpustakaan, Perpustakaan Nasional RI  secara rutin menyenggarakan Diklat Tenaga Teknis Perpustakaan/Asisten Pustakawan. Diklat  ini dapat memberi pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam menjalankan tugas dan fungsi setiap perpustakaan. Hal ini sesuai dengan tujuan diklat yaitu untuk menghasilkan tenaga yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam mengolah bahan pustaka sampai siap pakai serta mampu menyelenggarakan layanan bahan pustaka kepada masyarakat pemakai. Sasarannya adalah mendidik dan melatih 30 peserta menjadi tenaga teknis perpustakaan di semua jenis perpustakaan.

Sampai dengan tahun 1995/1996 sudah lima kali (angkatan I s.d. V) diselenggarakan diJakarta. Mengingat banyaknya peminat di luar Jakarta serta banyaknya perpustakaan di daerah yang belum memiliki pengelola perpustakaan yang memadai serta ditinjau dari segi waktu, biaya dan tempat maka Diklat ini

Juga diadakan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) yaitu Perpusda Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Ygyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Perpusda Sulawesi Selatan.

Diharapkan setelah 5 angkatan Ditbangga sudah dapat mengetahui apakah ilmu dan keterampilan peserta sudah diterapkan secara maksimal di tempat masing-masing. Disamping itu Perpusnas khususnya Ditbangga telah secara periodik menyempurnakan dan menyusun kurikulum yang tepat, sesuai dengan kebutuhan masa sekarang dan masa yang akan dating.

–    Pendidikan dan Pelatihan TEnaga Pelatih Perpustakaan

       (Training of Trainers).

Diklat ini merupakan suatu upaya meningkatkan jumlah tenaga yang mampu dan terampil dalam memberikan ilmunya serta membimbing pengelola perpustakaan. Dalam upaya menciptakan tenaga pengajar ataupun pembimbing pengelola perpustakaan, Diklat TOT ini boleh dikatakan suatu jalan pintas yang tepat yang dilakukan oleh PerpustakaanNasionalRI, hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain :

    1. Kurangnya tenaga pengelola perpustakaan   
    2. Sebagian besar perpustakaan belum banyak mempunyai Pustakawan yang profesional.
    3. Terbatasnya perguruan tinggi yang membuka jurusanPusdokinfo.

 Dengan diadakaannya, Diklat TOT sekurang-kurangnya kekurangan tenaga pengajar dan pembimbing pengelola perpustakaan dapat teratasi, hal ini sesuai dengan tujuannya yaitu :

    • Tujuan Umum.

Untuk meningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan tenaga penatar/pelatih perpustakaan.

    • Tujuan Khusus.
      1. Tersedianya tenaga pelatih/pengajar perpustakaan yang berpengalaman dan berketerampilan teknis perpustakaan.    
      2. Tersedianya tenaga yang mampu mendidik tenaga pengelola tenaga perpustkaan.
      3. Mengetahui prinsip-prinsip dasar kebijaksaan PerpustakaanNasionalRI.
      4. Menguasai metodologi mengajar
      5. Menguasai prinsip-prinsip pengelolaan Diklat.

Berdasarkan tujuannya, Diklat ini sangat sesuai dengan tugas Ditbangga yaitu membantu Kepala dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan tenaga perpustakaan … (Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI No. 001/org/9/1990). Dan kenyataan dilapangan bahwa kebutuhan akan tenaga pengajar dan pembimbing perpustakaan sangat tinggi, ditambah minat setiap perpustakaan ingin mengirimkan tenaganya untuk mengikuti pendidikan cukup banyak.

Begitu pentingnya Diklat ini dilaksanakan seyogyanya peserta TOT sadar akan tanggung jawab dalam mengikuti pendidikan, bukan disebabkan keinginan ikut proyek atau kesempatan jalan-jalan ke ibukota.

Demikian juga pejabat yang mengirim peserta diklat perlu menyesuaikan persyaratan yang diminta, sehingga tidak ada pesertayang tidak sesuai dengan bidangnya pekerjaannya dan begitu juga halnya pada diklat-diklat yang lain.

Diharapkan Diklat ini lebih terbuka luas, tidak hanya ditujukan untuk pegawai Perpusnas dan Perpusda akan tetapi diberi kesempatan pada instansi lain.