IFLA Gelar Pertemuan Khusus di Perpusnas: Kepala Perpusnas Sambut Baik Event BSLA

Salemba, Jakarta—Perpustakaan Nasional mendapat kunjungan tamu-tamu istimewa (delegasi) dari International Federation of Library Associations and Institution (IFLA), Senin, (3/3). Sebanyak 13 delegasi dari negara ASEAN, Sri Lanka, Australia, dan Swiss mengadakan temu khusus dengan Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih, sebelum penyelenggaraan BSLA (Building Strong Library Associations) di Sari Pan Pacific Hotel, Jakarta, 4-7 Maret.

Ke-13 delegasi yang berkunjung, antara lain : Rashidah Begum ft Mohamed (Malaysia), Janice Ow, Ian Yap, Ngian Lek Choh, Destine Ho (Singapura), Michael Pinto, Elizabeth R. Peralejo (Filipina), Nellie Sunny (Brunei Darussalam), Premila Camage (Sri Lanka), Gillian Hallam, Michael Robinson (Australia), dan Christel Mahnke (Goethe Institute, Indonesia).

Kepala Perpusnas Sri Sularsih menyambut atas diselenggarakannya forum pertemuan BSLA di Indonesia. Ini merupakan kesempatan emas untuk sama-sama meningkatkan peran perpustakaan untuk tetap berada di barisan terdepan sebagai sumber informasi dan pengetahuan bagi masyarakat. Perpusnas pun, diakui Sri, hingga kini terus berbenah agar selalu menjadi pusat rujukan, pusat penyimpanan, pusat penelitian, pusat pelestarian, dan pusat jejaring perpustakaan.

“Dan kami memiliki satu fungsi yang berbeda dari perpustakaan nasional lainnya memiliki. Yang membuat kita unik. Fungsi sebagai pusat pengembangan perpustakaan. Fungsinya adalah untuk bertujuan untuk mengembangkan semua jenis perpustakaan di seluruh negeri,” terang Sri Sularsih.

BSLA merupakan bagian dari program IFLA yang menyasar pada pengembangan serta peningkatan perpustakaan yang berkelanjutan dalam bentuk paket pembelajaran dan kegiatan yang dapat disesuaikan dengan budaya, politik, teknologi, dan sosial.  Sebanyak 40 orang peserta BSLA akan dimotivasi untuk berpikir secara strategis tentang kebutuhan perpustakaan, baik regional maupun nasional.

Permasalahan yang dihadapi perpustakaan di tiap negara berbeda satu sama lain. Nah, lewat forum tersebut, IFLA mencoba mengidentifikasi setiap persoalan dan hal apa saja yang dibutuhkan para  peserta sebagai dasar pelaksanaan bagi pengembangan perpustakaan ke depan. “Program ini membantu asosiasi perpustakaan dan anggota IFLA untuk meningkatkan layanan pengguna perpustakaan, menyediakan akses adil terhadap informasi dan mengembangkan perpustakaan dan profesi pustakawan,” jelas Fiona Bradley delegasi IFLA. BSLA berisi serangkaian kegiatan lokakarya, kerja kelompok, permainan, sesi poster dan lain-lain.

Di akhir kunjungan, seluruh delegasi IFLA yang hadir diajak berkeliling melihat fasilitas layanan dan sejumlah koleksi unggulan yang ada di Perpusnas, didampingi Deputi Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Jasa Informasi Welmin S. Ariningsih, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Woro Titi Haryanti, dan Kepala Bagian Kerjasama dan Otomasi Joko Budi Santoso.