Meredam Cahaya Sebagai Usaha Preventif Pelestarian Bahan Pustaka

Cahaya diperlukan dalam ruangan perpustakaan, baik dalam ruang koleksi, ruang baca, maupun ruang kerja, oleh petugas perpustakaan, dan pengguna jasa perpustakaan. Kebutuhan cahaya dapat dipenuhi dari cahaya alam (matahari) maupun buatan (lampu listrik).

        Kita sadari bahwa bahan pustaka yang tersedia, dalam jangka waktu tertentu akan mengalami kerusakan. Kerusakan itu dipengaruhi oleh faktor manusia dan lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang menyebabkan kerusakan adalah cahaya. Menurut Muhammadin Razak dan kawan-kawan, dalam Pelestarian Bahan Pustaka dan Arsip, yang merusak kertas antara lain faktor fisika, kimia, biota, penggunaan dan penanganan, bencana alam dan musibah. Sedangkan cahaya di sini termasuk dalam faktor fisika. Cahaya sebagai penyebab kerusakan bahan pustaka karena mengandung sinar ultra violet yang menyebabkan rusaknya kertas. Kerusakan dapat dilihat seperti memudarnya huruf, memudarnya sampul, warna kertas kecoklatan, juga mengakibatkan kertas mudah patah.

        Untuk mengatasi kerusakan bahan pustaka akibat pencahayaan, dapat dilakukan dengan cara meredam cahaya tersebut. Adapun peredaman cahaya tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Meredam cahaya matahari

Ada beberapa cara untuk meredam cahaya cahaya matahari yang masuk ruangan. Hal ini tergantung dari celah yang dilalui cahaya matahari. Apabila melalui jendela kaca tembus pandang, dapat dilakukan:

  • Diredam dengan cara menempelkan kertas kalkir atau plastik plexy glass pada jendela kaca. Sifat keduanya itu adalah tetap tembus cahaya, meskipun pada kalkir tidak tembus pandang.
  • Diredam dengan pengecetan, dengan menggunakan alat spray gun agar pengecetan hasilnya merata. Dengan teknik ‘air brush’ menggunakan cat warna putih. Kaca jendela akan menjadi tidak tembus pandang, tetapi tetap tembus cahaya.
  • Diredam dengan cara memasang pengatur cahaya yang praktis (blinds). Dengan memasang pengatur cahaya ini cahaya matahari dapat masuk ruangan melalui celah-celahnya. Blinds atau yang kita kenal dengan kerai ini bisa didapatkan di toko-toko perlengkapan rumah, dan ada beberapa pilihan ukuran, warna dan bentuk.
  • Diredam dengan menempatkan di depan jendela, dengan rana berkaca buram atau kaca berwarna. Disamping berfungsi sebagai peredam cahaya, juga berfungsi sebagai dekorasi ruangan, sehingga menambah keindahan ruangan itu.

 

2.      Meredam cahaya lampu listrik

Untuk meredam cahaya lampu listrik ada beberapa cara tergantung dari bagaimana rancangan plafon/langit-langit dari suatu gedung perpustakaan. Hal ini biasanya sudah dirancang sejak awal pembangunan gedung, detail gambarnya dapat dilihat pada gambar 5 dan gambar 6, hingga hal yang kecil termasuk pemasangan lampu yang diperlukan. Namun jika belum dirancang sejak awal dapat dilakukan seperti pada gambar 7. Selanjutnya pemasangan lampu listrik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  • Lampu pijar yang pemasangannya telah dirancang sedemikian rupa tampak seperti gambar 5. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil daerah yang dikenai sinar lampu., selebihnya adalah cahaya yang dipantulkan oleh dinding lobang itu.
  • Pada gambar 6, prinsipnya hampir sama dengan gambar 5, hanya pada lobangnya dipasang kaca buram, sehingga cahaya yang dihasilkan tidak bersifat langsung. Jenis lampu yang digunakan adalah jenis neon (TL).
  • Jika langit-langit ruangan dirancang rata, maka baik lampu fijar maupun TL dipasang menggantung dengan menghadap ke atas, dan bagian atas dipasangkan yang menempel pada langit-langit. Hal ini dimaksudkan agar cahaya yang dipancarkan tidak bersifat langsung, tetapi cahaya dipantulkan oleh kap lampu yang dipasang.

Kelemahan dari peredam cahaya lampu listrik, adalah cahaya yang dipancarkan tidak sebanding dengan energi yang dikeluarkan, dari usaha peredam ini cahaya yang dihasilkan akan lebih redup. Sedangkan keuntungannya, karena cahaya tidak langsung. Maka sinarnya tidak menyilaukan dan mengurangi konsentrasi gelombang ultra violet.

Dengan usaha ini diharapkan kerusakan bahan pustaka yang disebabkan oleh faktor cahaya dapat teratasi. Usaha ini berarti pula telah melakukan usaha preventif melestarikan bahan pustaka, sehingga bias dimanfaatkan dalam jangka waktu yang relatif lama. Namun usaha ini hanya salah satu cara penanganan dari salah satu faktor penyebab kerusakan. Kita harus mengantisipasi dari beberapa faktor penyebab lain secara kompak, terencana, dan terpadu agar tujuan pelestarian dapat tercapai.