Perpustakaan, Buku Dan  Anak

A.     Pendahuluan

Saya sebagai seorang mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan. Pada suatu ketika datang seseorang menanyakan jurusan apa yang saya ambil. Jurusan Ilmu Perpustakaan, jawab saya. Ternyata, setelah itu saya mendengar komentar yang tidak terduga. Mengapa tidak mengambil jurusan yang lain saja seperti Ekonomi atau Sastra?

Saya berkesimpulan bahwa ternyata orang belum tahu atau memahami profesi keperpustakaan. Padahal jika kita mau melihat kenyataan sekarang ini betapa “derasnya arus informasi” muncul sejalan dengan kemajuan dunia teknologi dan informasi. Informasi tersebut kita peroleh dari perpustakaan, dengan cara membaca buku-buku yang ada. Jika kita melihat di luar negeri, mereka dapat mencapai kemajuan, karena pengetahuan luar diperoleh dari menerima dan mengelola serta memanfaatkan perpustakaan. Oleh karena itu, untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan pemanfaatan perpustakaan merupakan hal yang perlu dan penting untuk dilakukan agar kita dapat mencapai kemajuan dalam mengikuti dunia dimasa mendatang.

Mengapa penulis mengambil judul diatas, dengan penekanan pada anak? Karena untuk menanamkan kebiasaan memanfaatkan perpustakaan dan membaca bahan pustaka khususnya buku harus dimulai sejak dini.

B.      Perpustakaan Dan Dunia Anak-Anak

Memperkenalkan  perpustakaan sebagai salah satu “sarana informasi” yang merupakan kebutuhan mutlak masyarakat dalam era informasi perlu dilakukan. Kesadaran akan pentingnya perpustakaan ini memang sebaiknya dipupuk sejak kecil, oleh karena itu hal yang perlu dilakukan adalah menyediakan fasilitas yang memadai/baik untuk perpustakaan anak-anak. Akan tetapi sebelum kita melangkah ke arah itu harus pula dipahami jiwa anak-anak itu dan informasi yang seperti apa yang dibutuhkan oleh anak-anak.

Secara umum, masa anak-anak merupakan masa awal dari suatu proses pencarian diri manusia. Oleh karena itu dunia anak-anak adalah dunia yang penuh petualangan, penuh dengan pertanyaan-pertanyaan, dan keinginan-keinginan yang belum tentu dapat kita jawab dan kita penuhi seluruhnya.

Ini menunjukan kepada kita bahawa dunia itu ada “suatu kebutuhan mutlak” dari anak yaitu pengetahuan tentang dunia sekitar. Alat bantu utama untuk mencari pengetahuan ini adalah buku-buku. Dengan buku inilah anak-anak, seperti layaknya manusia dewasa pada umunya dibantu untuk memahami dunia sekitar. Pengetahuan yang diperoleh dari proses membaca ini akan menjadi bekal mereka dimasa yang akan datang. Tugas kita adalah mengajak, mengarahkan serta memberi contoh pada mereka untuk membaca dan membaca.

C.       Perhatian Orang Tua Terhadap Anak-Anak

Orang tua, ayah dan ibu harus bekerja membanting tulang sehingga perhatian terhadap anak menjadi sedikit berkurang/terganggu, waktu untuk berkumpul kurang. Adalah suatu kenikmatan yang luar biasa bila kita dapat berkumpul dengan anak, apalagi dengan buku mereka. Demikian pengakuan dari beberapa orang tua yang biasa dengan kesibukan yang sulit ditinggalkannya.

Buku merupakan sebuah hasil karya budaya manusia. Sebuah hasil karya teknologi canggih, hasil garapan dari beribu jari jemari yang memakan waktu ribuan jam, datang kehadapan kita dengan membawa berita baik dan indah. Dengan buku kita dapat menikmati berbagi informasi dan hasil karya orang lain dengan mudah dan murah. Dengan buku kita dapat maju dan meloncat kedepan mengikuti perkembangan ilmu teknologi. Dengan buku kita dapat mendidik dan membawa anak-anak kita ke suatu buku. Satu-satunya pemberian yang paling berharga untuk anak-anak adalah waktu. Karena itu sempatkanlah waktu kita untuk bersama buku dan anak.

D.      Pendidikan Anak

Pustakawan dalam arti yang sempit dapat pula diartikan sebagi pendidik, sebab dalam kenyataannya dalam sehari-harinya berkecimpung dalam dunia pendidikan, saya yakin pustakawan telah mengetahui pentingnya arti membaca bagi kemajuan anak-anak (didik) kita.

Peranan pendidik atau guru sebagai pembimbing dalam mendorong dan merangsang mencari tambahan informasi dalam buku adalah penting. Guru dapat memberikan arah kepada siswa tentang bacaan yang diperlukan untuk melengkapi informasi yang diperoleh, karena tidak semuanya dapat diperoleh/diberikan di dalam kelas.

Salah satu sarana meningkatkan minat baca dan menunjang pendidikan adalah perpustakaan. Dalam rangka meningkatkan fungsi perpustakaan di tingkat sekolah dasar sekaligus sebagai usaha memperkenal, maka perlu melengkapi fasilitas di perpustakaan sekolah dasar dengan koleksi-koleksi memadai.

E.       Perpustakaan, Anak Serta Masa Depan Bangsa Dan Negara

Seperti telah kita maklumi bersama bahwa anak merupakan potensi yang terpendam yang menyimpan sejuta harapan, yang dikemudian hari akan mengisi setiap bidang kerja. Potensi mereka akan menjadi cermin keberhasilan suatu bangsa dalam mensejahterakan rakyatnya khususnya pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Sehubungan dengan hal itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro menjelaskan dalam memberikan penghargaan dan dalam memberikan penghargaan dan hadiah kepada 11 (sebelas) penulis buku terbaik belum lama ini di Jakarta menyatakan sebagai berikut : “… di satu pihak pemerintah memang ingin meningkatkan sumber daya manusia (SDM) salah satunya melalui budaya membaca “(Kedaulatan Rakyat, 16 Januari 1995 : 6)

Untuk itu perlu adanya kegiatan yang memberi pememahaman yang dimulai sejak dini mengenai salah satu sarana pendukung pendidikan yaitu perpustakaan. Artinya sejak awal pada mereka seharusnya sudah ditanamkan kebiasaan memanfaatkan “perangkat lunak” pendidikannya ini sehingga rasa cinta dan kebutuhan akan buku dan membaca semakin meningkat. Sikap ini penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dengan penanaman sikap yang demikian pada anak-anak maka bukan hal yang mustahil bangsa kita dimasa yang akan datang dapat turut ambil bagian dalam “perlombaan” untuk meraih informasi terbaru.

F.       Penutup

Perpustakaan adalah salah satu sarana penunjang proses kegiatan belajar mengajar, dan kehadirannya tidak dapat dinilai sekilas pandang. Di negara yang telah maju, perpustakaan dapat membantu secara aktif pendidikan di luar sekolah bagi anak-anak dan juga seluruh masyarakat yang tidak sempat atau dapat mengenyam pendidikan. Perpustakaan telah menjadi pusat segala berita, data dan informasi dari sifatnya rekreasi sampai ilmiah-edukatif.

Bagaimana kita mengubah persepsi masyarakat terhadap Perpustakaan ditanah air kita tercinta ini? Hal ini memang tidak mudah kita lakukan, kita harus tiada bosan-bosannya untuk mengenalkan, memasyarakatkan dan memberi pemahaman arti penting perpustakaan. Cara efisiensi yang dapat kita kerjakan adalah mencoba memperkenalkan sejak dini. Artinya, sejak usia muda (Sekolah Dasar = Anak-anak) atau kalau perlu sejak Taman kanak-kanak perkenalkan anak kita mengenai Perpustakaan.

Berangkat dari hal-hal di atas, diharapkan dari hasil usaha memperkenalkan dan memasyarakatkan pemanfaatan perpustakaan ini akan dapat membuat suatu tindak lanjut untuk merealisasi apa yang dicita-citakan kita semua yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.