Upaya Memperoleh Angka Kredit

I.       Pendahuluan

Sampai tahun 1995 ini jabatan Pustakawan telah berjalan 7 tahun. Selama kurun waktu tersebut, sudah banyak kegiatan yang dilakukan oleh aparat terkait dalam menangani jabatan Pustakawan seperti pembentukan Tim Penilai, pengangkatan Pustakawan, diklat perpustakaan, temu kerja Pustakawan dan sebagainya.

Usaha pemerintah dalam memperbaiki dan meningkatkan status Pustakawan terus dilanjutkan, misalnya dengan terbitnya Keppres No. 64 dan 65 Tahun 1992 yang mengatur batas usia pensiun dan tunjangan jabatan Pustakawan.

Namun kenyataannya, masih banyak kendala yang dihadapi oleh Pustakawan, diantaranya kesulitan mengumpulkan angka kredit, sempitnya lahan dan kurangnya memahami tugas pokok serta prosedur penulisan/pengajuan DUPAK. Hal ini tentu saja akan menimbulkan masalah yang tidak menguntungkan bagi Pustakawan itu sendiri.

Bagi Pustakawan yang kurang berprestasi, tidak giat melakukan pekerjaan, akan terkena peraturan dibebaskan sementara atau diberhentikan sebagai Pustakawan. Atau harus segera memasuki masa pensiun dalam jabatan yang relatif rendah. Tetapi akan terjadi sebaliknya bagi Pustakawan yang aktif bekerja, berprestasi dan dapat mengumpulkan angka kredit kumulatif sejumlah yang dipersyaratkan untuk setiap kenaikan pangkat/jabatan, akan terjadi sebaliknya. Dapat mengembangkan karir secara bertahap dan terencana, maka masa pensiun pun akan lebih panjang. Dan kenaikan pangkat /jabatan diiringi pula oleh kenaikan tunjangan jabatan.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Perpusnas RI melalui Ditbangga mengadakan suatu Temu Kerja Pustakawan Golongan II. Suatu upaya agar Pustakawan dapat meningkatkan prestasi kerjanya secara bertahap melalui sistem angka kredit. Upaya ini akan dilakukan secara berkelanjutan melalui suatu program yang terencana dengan baik.

II.    Tugas Pustakawan Golongan II

Sesuai dengan Kep. Menpan No. 18/MENPAN/1988, bahwa tugas Pustakawan itu telah diatur sedemikina rupa, sesuai dengan jenjang Jabatan Pustakawan. Asisten Pustakawan Madya s.d Ajun Pustakawan Muda, merupakan kelompok pertama, mempunyai tugas yang sama. Begitu juga kelompok kedua, ketiga dan keempat, masing-masing kelompok mempunyai tugas yang sama pula. Secara keseluruhan kita lihat, bahwa Pustakawan itu dalam melakukan tugasnya bersifat:

– Melakukan

– Membantu

– Belum boleh melakukan, dan

– Tidak boleh melakukan lagi

Sekarang kita pusatkan perhatian terhadap tugas Pustakawan Kelompok Pertama, Tugas Pustakawan Golongan II.

Terlepas dari kegiatan pendidikan dan penunjang, yang menjadi tugas Pustakawan Golongan II  ialah:

–   Bidang kegiatan Perpustakaan dan Dokumentasi:

  1. Mengembangkan koleksi bahan pustaka
    1. Membantu menyeleksi bahan pustaka, setiap 100 judul 0,040 angka kredit.
    2. Membantu menyiangi koleksi dan survei bahan pustaka, setiap 100 judul 0,030 angka kredit

     2. Mengolah bahan pustaka

     3. Membantu katalogisasi deskriptif, setiap 100 judul 0,070 angka kredit.

     4. Merawat bahan pustaka, setiap 100 judul 0,070 angka kredit.

    5.  Melakukan layanan bahan pustaka dan informasi:

  1. Membantu melakukan layanan referensi, setiap 100 permintaan 0,100 angka kredit.
  2. Menyediakan bahan pustaka setiap 100 judul 0,050 angka kredit.
  3. Melakukan layanan sirkulasi, setiap 100 pemakai 0,030 angka kredit.
  4. Bercerita kepada anak-anak/murid sekolah, setiap 2 jam 0,007 angka kredit.
  5. Bimbingan pembaca/membaca, setiap 2 jam, 0,007 angka kredit.
  6. Membantu menyebarkan informasi ilmiah terbaru, setiap 100 judul 0,540 angka kredit.
  7. Membantu menyusun bibliografi, indeks dan sejenisnya, setiap 100 judul/indeks 0,150 angka kredit.

 

–                Bidang kegiatan Pemasyarakatan Perpustakaan :

  1. Melakukan penyuluhan perpustakaan
    1. Tentang kegunaan/pemanfaatan perpustakaan dan dokumentasi setiap 2 jam 0,007 angka kredit.
    2. Membantu melakukan penyuluhan tentang pengembangan perpustakaan dan dokumentasi, setiap 2 jam 0,007 angka kredit.
    3. Melakukan pameran perpustakaan dan informasi :
    4. Sebagai penanggungjawab, setiap kali 0,50 angka kredit.
    5. Sebagai anggota,setiap kali 0,30 angka kredit.
  2. Mempublikasikan perpustakaan :

–     membuat selebaran/poster/pamplet/slide/brosur/ tentang kegiatan perpustakaan dan dokumentasi, setiap judul 0,30 angka kredit.

 

–        Bidang kegiatan Pengembangan Profesi, belum menjadi tugas pustakawan golongan II.

     Apabila Pustakawan golongan II melakukan kegiatan Perpustakaan menyimpang dari yang tersebut di atas, maka angka kreditnya tidak akan diakui.

Perlu juga diketahui, bahwa Pustakawan golongan II yang memperoleh DIII bidang Perpusatkaan, Dokumentasi dan Informasi (PUSDOKINFO) maka angka kreditnya tidak akan diakui. Hal ini mengacu kepada peraturan pemerintah dalam menentukan pangkat dan golongan permulaan PNS. Bagi PNS yang berijazah DIII atau sarjana muda, pengangkatan pertamanya ialah dalam pangkat Pengatur Muda Tingkta I (gol II/b).

Sedangkan pendidikan non-formal misalnya mengikuti diklat perpustakaan tidak ada masalah, berlaku sama untuk semua jenjang Pustakawan.

 

III. Upaya Memperoleh Angka Kredit

         Mengingat bahwa sulitnya mengumpulkan angka kredit, baik dari segi kecilnya angka kredit dari setiap volume kegiatan, sempitnya lahan maupun karena terbatasnya ruang gerak, maka perlu diatur langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Memahami tugas pokok.

Kegiatan Pustakawan Golongan II, seperti telah diuraikan di muka perlu dipahami dan dikembangkan, sehingga produk akhir menjadi jelas dan menguntungkan. Angka kreditnya dihitung  berdasarkan satuan volume kegiatan, sebagai contoh untuk merawat bahan pustaka setiap 100 judul angka kreditnya 0,005 kegiatan.

 

 

  1. Mengetahui jumlah angka kredit yang diperlukan
    1. Angka kredit yang diperlukan :

–   Asisten Pustakawan Madya  : 40 angka kredit

–   Asisten Pustakawan              : 60 angka kredit

–   Ajun Pustakawan Muda        : 80 angka kredit

  1. Angka kredit untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan :

–   masing-masing 20 angka kredit.

  1. Kelebihan angka kredit dari jumlah yang diperlukan, menjadi simpanan.
  2. Persentase angka kredit :

–      Unsur Utama (UU)             :           sekurang-kurangnya 70%

–      Unsur Penunjang (UP)       :           sebanyak-banyaknya 30%

–      Rumusnya: – untuk UU      :          

–      p

  1. Usaha mengumpulkan angka kredit.
    1. Membuat program kegiatan :

–   Menyusun daftar kegiatan

–   Daftar kegiatan disesuaikan dengan kemampuan dan jam kerja.

–   Kegiatan harus obyektif, akurat dan terpercaya.

–   Setiap kegiatan dikalkulasikan pada setiap akhir bulan sampai akhir tahun.

–   Pengisian DUPAK bila angka kredit telah mencukupi.

  1. Melakukan kegiatan secara bergilir :

–       Kegiatan perpustakaan dikerjakan secara bergilir

–       Menyusun daftar waktu giliran secara seimbang

–       Agar semua Pustakawan mendapat pekerjaan.

  1. Mengadakan kerjasama dengan perpustakaan lain :

–       Memperluas lahan kegiatan.

–       Mempercepat pengumpulan angka kredit.

–       Saling menguntungkan dalam rangka usaha peningkatan karir

  1. Memperoleh peluang untuk mengikuti pendidikan PUSDOKINFO :

–       Angka kreditnya relatif besar.

–       Angka kredit pendidikan formal :

–       DII / DIII  :    tidak dapat dihitung.

–       S1           : diakui 25 angka kredit.

–       Besarnya angka kredit pendidikan non formal, berdasarkan jumlah jam pelajaran yang diikuti.

 

  1. IV.    Pengisian Dupak
  2. Kegiatan pengisian DUPAK dimulai setelah :
    1. Jumlah angka kredit kumulatif minimal terpenuhi.
    2. Persentasi Unsur Utama dan Unsur Penunjang proporsional.
    3. Lampiran-lampiran yang diperlukan tersedia.

 

  1. Penulisan DUPAK :
    1. Masa Penilaian (Maspen) :

–    Dikaitkan dengan periode Kenaikan Pangkat PNS pada umunya.

–    Untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan periode April :

t.m.t. Jabatan Pustakawan terakhir s.d. 31 Desember.

–    Untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan periode Oktober :

t.m.t Jabatan Pustakawan terakhir s.d. 30 Juni.

  1. Pengisian angka kredit :

–          Unsur Utama (UU) :

–          Bidang Pendidikan/jumlah : pada lajur Baru (2).

–          Bidang Perpustakaan dan Dokumentasi/jumlah : pada lajur Baru (2).

–          Bidang Pengembangan Profesi/jumlah : pada lajur Baru (2).

–          Unsur Penunjang (UP) :

–          Butir kegiatan/jumlah : pada lajur Baru (2).

–          Kolom jumlah UU dan UP berisikan :

–          Angka kredit yang telah dimiliki (AKL) : pada lajur Lama (1).

–          Jumlah UU dan UP (AKB) : pada lajur Baru (2).

–          Jumlah AKL dan AKB : pada lajur jumlah (3).

  1. Lampiran DUPAK :

–          Laporan Bulanan/Tahunan.

–          Pernyataan melakukan kegiatan.

–          DP3 dalam 2 tahun terakhir.

–          SK terakhir dan jabatan terakhir.

–          Bukti-bukti melakukan pekerjaan/kegiatan lain.

 V.       Kesimpulan Dan Saran

  1. Penyuluhan dan pembinaan terhadap Pustakawan dimaksudkan untuk pemantapan dan pengendalian standar profesi yang meliputi kewenangan penanganan, prosedur pelaksanaan tugas dan metodologinya.

     2. Pustakawan diharapkan memahami dan melaksanakan tugasnya secara mantap dan terampil agar mereka

         mampu meningkatkan karier melalui sistem angka kredit.